Minggu, 02 April 2017

Evaluasi Tengah Semester

Hilma Kamilah
5114100188
MPPL - B
SMAN 17 Surabaya

STUDI KELAYAKAN SISTEM INFORMASI AKADEMIK BERBASIS WEB PADA SMAN 17 SURABAYA

Abstrak
            Pada tiap tahun ajaran baru, semua SMA Negeri di surabaya membuka pendaftaran murid baru. Namun tidak semua sekolah memiliki sistem untuk pendaftaran online. Maka perlu dikembangkan dengan membuat sistem yang lebih akurat dan efisien, yaitu dengan membuat sistem informasi pendaftaran online berbasis web. Sistem informasi telah berkembang seiring dengan perkembangan teknologi informasi yang sangat cepat dan terbukti berperan dalam berbagai kegiatan. Keberadaan sistem informasi juga mendukung kinerja peningjkatan efisiensi, efektivitas dan produktivitas bagi berbagai instansi, baik instansi pemerintahan negeri, swasta maupun perorangan atau individual, serta mendorong perwujudan masyarakat yang maju dan sejahtera. Namun sebelum pengembangan sistem dilakukan maka perlu dianalisis kelayakan sistem pendaftaran online berbasis web terlebih dahulu. Analisis kelayakan yang dilakukan adalah dengan metode analisis kelayakan TELOS. Tujuan dari analisis kelayakan ini adalah untuk menentukan kemungkinan apakah pengembangan proyek sistem pendaftaran online layak diteruskan atau tidak.
Pendahuluan
            Surabaya merupakan kota yang telah menerapkan sistem pendaftaran untuk peserta didik baru melalui online, walaupun sekolah tersebut masih belum memiliki website atau sistem informasi online sendiri. Beberapa sekolah negeri yang menjadi favorit, yang kini disebut dengan sekolah kawasan, sedangkan sekolah negeri lainnya termasuk sekolah umum. Sekolah kawasan di surabaya telah memiliki sistem informasi atau website sendiri untuk melakukan pendaftaran online, sedangkan untuk sekolah umum lainnya kebanyakan masih belum memiliki website resmi atau sistem informasi online sendiri. Disini SMAN 17 Surabaya termasuk sekolah negeri umum, yang menerima peserta didik baru melalui sistem online diwebsite pendaftaran sekolah negeri umum yaitu melalui ppdbsurabaya.net. Namun dalam pelaksanaanya PPDB ini hanya untuk pendaftaran saja, sedangkan tahap selanjutnya seperti verifikasi, beberapa tes hingga daftar ulang, masih manual yaitu secara offline dengan mendatangi langsung sekolah yang telah menerima pendaftar sebagai siswa di sekolah tersebut. SMAN 17 Surabaya merupakan salah satu SMA Negeri di Surabaya yang telah menerapkan sistem pendaftaran online didukung oleh PPDB online.


Bahan dan Metode
Konsep Dasar dan Sistem
            Sistem informasi adalah sebuah sistem yang menyediakan informasi yang telah dikelola sehingga bermanfaat bagi penggunanya. Tujuan dari sistem informasi sendiri adalah mengumpulkan data, mengolah data, dan menghasilkan informasi bagi sebuah organisasi atau perusahaan dan melayani aktivitas dari organisasi agar dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Studi Kelayakan
Studi Kelayakan (Feasibility study) adalah suatu studi atau pengkajian apakah suatu usulan proyek/gagasan usaha apabila dilaksanakan dapat berjalan dan berkembang sesuai dengan tujuannya atau tidak.  Sutrisno (1982;75)

Faktor Kelayakan TELOS
1.      Kelayakan Teknis (Technical)
            Kelayakan teknis menyoroti kebutuhan sistem yang telah disusun dari aspek teknologi yang akan digunakan, jika teknologi yang dikehendaki untuk pengembangan sistem merupakan teknologi yang mudah didapat, murah, dan tingkat pemakaiannya mudah, maka secara teknis usulan kebutuhan sistem bisa dinyatakan layak. Dapat juga berupa tersedianya hardware dan software untuk melaksanakan pemrosesan yang diperlukan.
2.      Kelayakan Ekonomi (Economic)
            Aspek yang paling dominan dari aspek kelayakan yang lain adalah kelayakan ekonomi. Tidak dapat disangkal lagi, motivasi pengembangan sistem informasi pada perusahaan atau organisasi adalah motif keuntungan.Dengan demikian aspek untung rugi jadi pertimbangan utama dalam pengembangan sistem. Kelayakan ekonomi berhubungan dengan return investmen atau berapa lama biaya investasi dapat kembali.
3.      Kelayakan Hukum (Legal)
            Menguraikan secara hukum apakah sistem yang akan dikembangkan tidak menyimpang dari hukum yang berlaku (tidak melanggar hukum jika diterapkan di objek penelitian). Misal : bagaimana kelayakan perangkat lunak yang digunakan, bagaimana kelakan hukum informasi yang dihasilkan oleh program aplikasi yang dibuat. Apakah melanggar hukum atau tidak.
4.      Kelayakan Operasional (Operational)
            Penilaian terhadap kelayakan operasional digunakan untuk mengukur apakah sistem yang akan dikembangkan nantinya dapat dioperasikan dengan baik atau tidak di dalam orgnisasi.  Dan dapat menjawab pertanyaan apakah rancangan sistem akan didukung oleh orang-orang yang akan menggunakannya.
5.      Kelayakan Jadwal (Schedule)
            Penilaian kelayakan jadwal ini digunakan untuk menentukan bahwa pengembangan sistem akan dapat dilakukan dalam batas waktu yang telah ditetapkan.
Analis sistem mengumpulkan informasi yang diperlukan untuk menyawab pertanyaan-pertanyaan tersebut dengan mewawancarai beberapa stakeholder penting dalam area pemakai.

Menilai Factor Kelayakan TELOS
1.      Menilai Kelayakan Teknik
            Dalam lembar kerja penilaian faktor kelayakan TELOS ,kita perlu memasukan sebuah contoh pertanyaan yang sebaiknya ditanya oleh tiap penguji dan jawaban yang benar akan disediakan. Sebagai contoh kelayakan teknik. Jika sistem yang baru hendak menggunakan teknologi yang stabil dan telah diketahui, penilaianya mungkin 9.5 atau 10. Di sisi lain, mungkin teknologi tersebut baru bagi perusahaan dan pemakainya, atau tidak standar ( baik terhadap perusahaan atau industri ), atau berisikan keluaran pertama dari pemasok atau beberapa pemasok terlibat atau dia menggunakan sistem jaringan kerja yang sangat komplek. Sehingga satu atau kombinasi jawaban "ya" cenderung menurunkan penilaian secara drastis dibawah 10.0 ( antara 6.0 sampai 8 ). Dalam contoh kita tentukan bahwa alternatif rancangan sistem general yang dievaluasi akan memerlukan teknologi yang baru dan standar dalam industri dan telah terbukti kemampuanya bekerja sehingga penilaian 9.0 adalah wajar (dewiar.staff.gunadarma.ac.id,2012)
2.      Menilai Kelayakan Ekonomi
            Pertanyaan yang harus ditanyakan mengenai kelayakan ekonomi termasuk manajemen puncak untuk mendukung pengembangan proyek system hingga selesai dengan sumber daya yang cukup. Tanpa dukungan manajemen puncak, sangatlah sulit jika mungkin untuk menyelesaikan sistem tersebut meskipun faktor lain sudah baik. Jika manajemen puncak memberikan indikasi bahwa mereka masih mendukung sistem tersebut tapi dana belum disediakan untuk penyelesaianya, penilaian kelayakan ekonomi berkisar antara 5.0 hingga 8.0, tergantung pada situasi dan sejarah dari dukungan manajemen puncak terhadap proyek sistem yang lama. Jika dana yang diperlukan telah diberikan penilaian berkisar antara 9.0 hingga 10.0.
3.      Menilai Kelayakan Hukum
            Dalam beberapa contoh, legalitas dari suatu proyek sistem bukanlah suatu permasalahan.Penilaian kelayakan legalitas seharusnya menerima nilai 10.0. Jika data personal yang sangat sensitive (kesehatan) tidak tersimpan baik, organisasi menjadi tidak terlindungi hukum. Atau jika perancang tidak merancang dan memasukkan kontrol yang cukup terhadap kekacauan yang timbul, maka para stockholder (pendiri) dan lainnya akan berjalan dijalur hokum menentang perusahaan dan bahkan profesionalis system yang merancang sistem, dalam contoh kita menentukan bahwa altenatif rancangan sistem general tidak termasuk data sensitif apapun yang perlu dikompromikan. Lebih lagi, professional sistem yang mengerjakan proyek sistem sangat sadar akan pentingnya pengawasan. Sehingga mereka merencanakan untuk merancang dan memasang serangkaian pemasangan yang spesifik untuk menjaga sistem terhadap kesalahan fungsi dan penyalahgunaan Iainnya. Karenanya memiliki penilaian 9.5 untuk kelayakan hukum.
4.      Menilai Kelayakan Operasional
            Sistem dengan dasar lokal atau group umumnya lebih mudah untuk dioperasikan dari pada sistem yang enterprise wide, karena sistem tersebut lebih kecil dan sederhana dan lebih sedikit orang yang harus dilatih.Tapi bila systementerprise wide adalah sistem standar yang dikenal, maka dapat dinilai Iebih tinggi dari pada sistem dengan dasar group atau lokal yang memerlukan teknik yang unik atau bersifat experimen. Kunci untuk nilai hingga kelayakan operasional adalah tersedianya pengguna yang terlatih dengan baik dan berdedikasi.Pengguna yang seperti itu dapat membantu menghilangkan sebagian akibat negatif yang bisa disebabkan oleh sistem yang unik dan belum terbukti. Alternatif rancangan sistem kita evaluasi dalam contoh lembar kerja kita adalah sistem dengan dasar group tidak akrab dengan beberapa pengguna. Iagipula beberapa pengguna adalah user baru dan tidak terlatih dengan baik sehubungan dengan kerja mereka. Karenanya, kita menilai kelayakan operasional hanya 7.0
5.      Menilai Kelayakan Jadwal
            Apakah dapat menguntungkan diri pada jadwal dan tanggal penyelesaian sebagaimana kriteria yang tertera di bagian gant atau PERT? Karena jadwal dan tersebut hanyalah estimasi maka ada kemungkinan salah. Besarya kesalahan estimasi adalah pertimbangan kunci. Jika sistem diselesaikan jauh sesudah tanggal perkiraanya, maka bisa saja hal tersebut tidak dapat diterima oleh penerima. Pengukuran kesalahan estimasi adalah kunci keberhasilan. Jika system terlihat sederhana, standar berbasis local dimana total waktu pengembangan diukur dalam jam atau hari, maka kesalahan perkiraan (estimationerror) yang dibutuhkan untuk perancangan dan implementasi menjadi kecil (waktu sebenarnya dikurang dengan waktu estimasi). Tetapi jika sistem yang entreprise wide membutuhkan total waktu (jadwal) dalam tahun, probabilitas kesalahan estimasi yang tinggi semakin besar. Estimasi waktu yang diperlukan untuk merancang dan mengimplementasikan waktu sistem mencakup estimasi kesalahan estimasi yang lebih besar. Resiko untuk tidak mampu mengikuti jadwal estimasi Iebih besar untuk sistem yang besar dan kompleks dari pada untuk sistem yang sederhana dan kecil.

Hasil dan Pembahasan
Studi Kelayakan
Setelah melakukan dan menganalisa pengembangan sistem informasi, maka yang perlu dilakukan adalah melakukan analisa kelayakan terhadap usulan ataupun pengembangan Sistem Informasi yang bersangkutan. Untuk memastikan usulan tersebut bisa diteruskan atau tidak menjadi sistem informasi, maka di analisis kelayakan dari beberapa segi kelayakan, diantaranya:
1. Kelayakan Teknik (technikal feasibility)
2. Kelayakan Ekonomi (economi fersibility)
3. Kelayakan Legal
4. Kelayakan operational
5. Kelayakan schedule

            Pada tahap akhir dilakukan penilaian Faktor Kelayakan Telos, Para penilai (evaluator)terdiri dari : manajer proyek ataupun penanggung jawab, profesionalis sistem ataupun pengembang sistem informasi, dan minimal satu orang perwakilan user.
1.      Kelayakan Teknik
            Kelayakaan teknologi menyoroti kebutuhan sistem yang telah disusun dari teknologi yang akan digunakan, untuk penerapan sistem informasi pendaftaran di SMAN 17 Surabaya. SMAN 17 Surabaya memerlukan infrastruktur yang baik dari segi teknologinya. Pendaftaran online ini merupakan sebuah sistem berbasis web yang digunakan untuk membantu proses pendaftaran dari data calon peserta didik, sehingga membutuhkan personal komputer dan infrastruktur jaringan komputer yang baik. Semua itu berguna untuk mempermudah pengguna dalam proses pendaftaran,

a.       Kebutuhan Perangkat Keras, Perangkat Lunak, Perangkat Jaringan dalam Pengembangan system PPDB Online
1.      Perangkat Keras
No
Perangkat Keras
1
Processor Type
Intel (R) Core i3
2
Memory
2Gb DDR3 Max 8 GB (2 DIMMs)
3
Hard drive type
500GB Serial ATA (7200 RPm)
4
Network
Gigabit Network
5
Optical drive
Type DVD RW
6
Monitor
Monitor 17”
7
Keyboard
USB Keyboard
8
Mouse
USB Optical Mouse
2.      Perangkat Lunak
No
Perangkat Lunak
Kegunaan
1
Windows 7/Windows 8 / Windows 10
Sistem Operasi
2
Php, HTML
Pembuatan Web sistem
3
Photo Shop. CS 3 , Corel Draw
Design Web sistem
4
Sublime Text 3
Design Web sistem
5
Microsoft visio Pro 2007
Perancangan Sistem
6
Internet Explorer, mozila firefox, dll
Web Browser
7
XAMPP
Web Server
8
My SQL Server
Database Server

3.      Perangkat Jaringan
No
Nama Perangkat Jaringan
Kegunaan
1
Switch
Penghubung kabel– kabel jaringan dari setiap worstation
2
Kabel UTP
Media penghubung
3
Konektor RJ 45
Penghubung antar kabel dengan LAN Card

            Menilai Kelayakan Teknik
            Sistem baru dapat digunakan,dan didirikan menggunakan teknologi yang terkenal. Teknologinya baru bagi perusahaan dan usernya, teknologi merupakan keluaran pertama vendor, beberapa vendor terlibat, menggunakan system jaringan yang kompleks. Karena perancangan sistem umum yang dievaluasi membutuhkan teknologi baru yang standar dalam industri dan dapat berjalan (nilai8.5), berdasarkan nilai perwakilan user dan manajer proyek.
2.      Kelayakan Ekonomi
            Dalam membangun system yang baru dibutuhkan investasi ataupun dana yang tidak sedikit, untuk mendapatkan manfaat yang diinginkan.sebagai bentuk investasi kita juga membutuhkan sumber daya dan sumber dana unutk membangun sistem yang baru.
            Untuk menganalisis kelayakan ekonomi digunakan kalkulasi analisis biaya dan manfaat (cost benenefit analysis) yang  bertujuan untuk memberikan gambaran kepada pengguna apakah manfaat yang diperoleh dari sistem baru “ lebih besar “ dibandingkan dengan biaya yang dikeluarkan. Pada analisis biaya dan manfaat, ada beberapa metode kuantitatif yang digunakan untuk menemukan standar kelayakan proyek.
            Analisa Biaya dan Manfaat
i.                    Komponen biaya
            Biaya yang berhubungan dengan pembuatan sistem pendaftaran online dapat diklasifikasikan kedalam 3 kategori utama yaitu:
·         Biaya pengadaan (procurement cost), yaitu biaya pembelian perangkat keras, biaya ini digunakan pada awal pembuatan sistem, sebelum system dioperasikan.
·         Biaya Pengembangan, yaitu biaya pembuatan perangkat lunak sistem yang meliputi biaya konsultasi, biaya tahap analisa sistem, biaya tahap desain sistem dan biaya tahap penerapan sistem.
·         Biaya operasi dan biaya perawatan, yaitu biaya yang dikeluarkan untuk menjalankan sistem, yaitu biaya overhead, biaya perawatan terhadap perangkat keras dan perangkat lunak

ii.                  Komponen manfaat
            Manfaat yang didapat dari system informasi diklasifikasikan sebagai berikut:
·         Keuntungan berwujud (tangible benefit) adalah keuntungan yang berupa penghematan atau peningkatan didalam administrasi yang dapat diukur dalam bentuk satuan nilai uang. Keuntungan berwujud antara lain :
a.       Pengurangan biaya operasional
b.      Pengurangan biaya perlengkapan

·         Keutungan tak berwujud (intangible benefit), adalah keuntungan yang sulit atau tidak mungkin diukur dalam bentuk satuan uang. Keuntungan tersebut antara Iain :
a.       Keandalan dan ketersediaan sistem
b.      Peningkatan efektifitas
c.       Peningkatan kepuasan pengguna
                        Adapun metode untuk melakukan analisis biaya dan manfaat adalah :
a.      Metode Periode Pengembalian (Payback Period)
      Metode ini adalah uji kuantitatif yang digunakan untuk menghitung jangka waktu yang diperlukan untuk membayar kembali biaya investasi dalam pembuatan aplikasi yang telah dikeluarkan. Penilaian kelayakan untuk payback

·         Layak jika waktu pengembalian lebih kecil dari umur investasi.
·         Tidak layak jika waktu pengembalian lebih besar dari umur investasi.
Perhitungan PP :
Nilai investasi : Rp. 40.000.000;
Proses Th 1 : Rp. 84.960.000;
PP = 40.000.000  / 84.960.000
PP = 0,48 Tahun
PP = lebih kurang 6 bulan
            Dari perhitungan diatas diketahui bahwa periode pengembalian sudah dapat dicapai pada tahun pertama jika aplikasi yang dibuat langsung digunakan, secara detailnya adalah 0,48. dapat disimpulkan bahwa yang ditanamkan pada rancangan sistem ini akan mencapai titik impas pada waktu kurang lebih 5 sampai dengan 6 bulan, yang berarti bahwa setelah 6 bulan akan mulai dapat mengambil keuntungan dari sistem tersebut. Yang berarti sistem ini layak dikembangkan karena waktu pengembalian lebih mencapai titik impas ataupun kecil dari umur investasi.
b.      Metode Pengembalian Investasi (Return on Investment)
       Metode pengembalian investasi digunakan untuk mengukur presentase manfaat yang dihasilkan proyek dibanding dengan biaya yang dikeluarkan. Return on Investmen(ROI) dari suatu proyek dapat dihitung dengan rumus:
Penilaian kelayakan untuk ROI :
·         Layak jika ROI > 0
·         Tidak layak jika ROI < 0


Biaya-biaya
Biaya Th 0      = Rp. 40.000.000;
Biaya Th 1      = Rp.   4.500.250;
Biaya Th 2      = Rp.   4.603.670;
Biaya Th 3      = Rp.   4.403.697;____
Total                = Rp. 53.507.617;
Manfaat-manfaat
Manfaat Th 0 = Rp. 0;
Manfaat Th 1 = Rp.  86.000.000;
Manfaat Th 2 = Rp   96.700.000;
Manfaat Th 3 = Rp.  97.700.000;___
Total                = Rp.280.400.000;


ROI =
((280.400.000 - 53.507.617)/53.507.617)x100%
= 4,24x100%
= 4,24
= 4,2
= 4 > 0 yang berarrti layak Karena ROI diatas 0 yaitu 4 ataupun lebih besar dari 0 yaitu 4 > 0 maka pengembangan sistem ini layak.

Menilai Kelayakan Ekonomi
            Karena setelah mendapatkan hasil dari analisa biaya dan manfaat serta mendapatkan total komitmen dari manajemen puncak, dan dana belum ada, tetapi pihak manajemen tertinggi dapat meyakinkan tim akan tersedianya dana sehingga nilai dapat diberikan 8.0.
3.      Kelayakan Hukum
          Kelayakan hukum adalah kelayakan yang berkaitan dengan legalitas atau kekuatan hukum. Yang berarti bahwa system informasi yang diusulkan tidak boleh melanggar hukum yang berlaku. Proyek system yang akan dikembangkan secara hukum dinilai layak karena perangkat lunak (software) yang digunakan resmi sesuai dengan perijinan yang ada. Dan pada aplikasi ataupun software yang akan dikembangkan menggunakan software yang bersifat open source yang berarti bawha secara hukum software tersebut adalah legal.
Menilai Kelayakan Hukum
            Karena system yang dirancang tidak meliputi data sensitive yang disetujui, perancang system yang bekerja pada proyek sistem sangat sadar akan kontrol. Sehingga mereka merencanakan untuk merancang dan memasukkan control khusus untuk menjaga sistem tidak malfunction dan lainnya. Konsekuensinya, nilai diberikan 9.0.


4.      Kelayakan Operasional
            Kelayakan operasional dinilai dengan menggunakan kerangka kerja PIECES. Kerangka PIECES meliputi:
·         Performance (kinerja) untuk mengetahui apakah sistem menyediakan throughput dan response time yang cukup.
Sistem Lama
Sistem Baru
Waktu yang dibutuhkan untuk melakukan pendaftaran masuk sekolah cukup lama
waktu yang dibutuhkan untuk melakukan pendaftaran relatif  singkat kurang lebih 10 menit

·         Information (informasi) untuk mengetahui apakah sistem menyediakan informasi yang berkualitas bagi pengguna akhir
Sistem Lama
Sistem Baru
Informasi yang disajikan kadang terlambat dan tidak akurat.
Informasi disajikan dalam bentuk tabel (belum relevan).
Informasi yang dihasilkan dapat tepat waktu dan lebih akurat.
Informasi disajikan dalam web.

·         Economy (ekonomi) untuk mengetahui apakah siystem menawarkan tingkat dan kapasitas pelayanan yang memadai untuk mengurangi biaya dan meningkatkan keuntungan
Sistem Lama
Sistem Baru
Biaya yang dikeluarkan tinggi sebab harus mencetak banyak formulir pendaftaran ditambah harus membayar ekstra karyawan untuk membantu proses pendaftaran
Biaya yang dikeluarkan relative lebih rendah karenabiaya percetakan dan gaji karyawan dapat banyak dikurangi

·         Control (pengendalian) untuk mengetahui apakah system menawarkan kontrol (pengendalian) untuk mengatasi kecurangan-kecurangan dan untuk menjamin keakuratan dan keamanan data
Sistem Lama
Sistem Baru
File-file pendaftraan dapat diakses oleh orang-orang yang tidak berwenang.
Pengendalian system dilakukan dengan membatasi hak user
·         Efficiency (efisiensi) untuk mengetahui apakah sistem menggunakan secara maksimum sumber yang tersedia termasuk orang, waktu aliran form, meminimalkan penundaan proses
Sistem Lama
Sistem Baru
Menghabiskan banyak waktu untuk melakukan proses pendaftaran.
Lebih hemat waktu karena proses pendaftaran dapat dilakukan di rumah.

·         Services (pelayanan) untuk mengetahui apakah system menyediakan layanan yang diinginkan dan handal pada siapa saja yang menginginkannya, dan apakah system fleksibel dan dapat dikembangkan
Sistem Lama
Sistem Baru
Proses pengolahan data sangat lambat.
Proses pengolahan data lebih cepat.

Menilai Kelayakan Operasional
            Karena sistem pendaftaran online ini berbasis global dan masih dianggap baru serta mencakup banyak pengguna, ditambah sistem ini masih terhitung asing oleh beberapa user. Dimana bebera usernya ini adalah siswa menengah pertama dan ataupun pegawai baru yang belum dilatih untuk pekerjaan dan proses system tersebut. Maka niilainya menjadi 7.5

5.      Kelayakan Jadwal
            Kelayakan jadwal digunakan untuk menentukan bahwa pengembangan sistem dapat dilakukan dalam batas waktu yang telah ditetapkan. Pengembangan sistem direncanakan selesai dalam waktu maksimal ± 16 minggu. Adapun perkiraan tahap-tahap pengembangan sistem dijadwalkan sebagai berikut:
Dalam proyek pengembangan sistem informasi akademik ini dilakukan dalam lima belas tahap yaitu:
·         tahap analisa sistem yang berjalan
·         tahap analisa kelemahan sistem
·         tahap analisa kebutuhan sistem
·         tahap studi kelayakan
·         tahap desain user interface
·         tahap desain data
·         tahap desain proses
·         tahap persiapan tempat instalasi
·         tahap instalasi hardware dan software
·         tahap uji program
·         pemilihan personil
·         tahap pelatihan personil
·         tahap uji sistem
·         konversi sistem tahap dokumentasi

Menilai Kelayakan Jadwal
              Karena pengembangan diukur dalam jam, hari, minggu dan bulan maka kesalahan perkiraan (estimationerror) yang dibutuhkan untuk perancangan dan implementasi menjadi kecil. Maka nilainya 9.0.
Nilai Akhir Faktor Kelayakan TELOS
            Jumlah dari semua faktor kelayakan = 42. Total score = 42.2/5 = 8.4, berarti perancangan pengembangan sistem informasi yang dievaluasi adalah LAYAK(B), dengan resiko pengembangan sistem yang cukup rendah.
KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
         Berdasarkan tujuan dri analisis Studi Kelayakan Sistem Informasi PPDB Online Berbasis Web untuk SMAN 17 Surabaya dengan Metode TELOS, maka dapat diambil kesimpulan :
1.     Hasil dari analisis studi kelayakan TELOS Sistem Informasi PPDB Online Berbasis Web untuk SMAN 17 Surabaya, pengembangan sistem layak untuk dilakukan ataupun dikembangkan.
2.     Rekomendasi untuk SMAN 17 Surabaya kedepannya adalah proses sistem pendaftaran online berbasis web sudah bisa dikembangkan serta digunakan dalam proses akademiknya.
Saran
         Berdasarkan kesimpulan diatas maka terdapat saran, yaitu sebagai berikut
1.     Analisa studi kelayakan sistem yang dilakukan untuk selanjutnya bukan saja analisa studi kelayakan TELOS saja tetapi juga melakukan analisis PDM (strategic factor) dan MURRE (design factor).
2.     Sistem pendafatran PPDB online berbasis web sebaiknya dilanjutkan ketahap implementasi terutama untuk sistem akademik SMAN 17 Surabaya sendiri, sehingga dapat mempermudah semua stakeholder terkait.




Referensi:

http://fajarbaskoro.blogspot.co.id/2017/03/mppl17-06-kelayakan-proyek.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar