5114100188
MPPL - B
SMAN 17 Surabaya
STUDI
KELAYAKAN SISTEM INFORMASI AKADEMIK BERBASIS WEB PADA SMAN 17 SURABAYA
Abstrak
Pada
tiap tahun ajaran baru, semua SMA Negeri di surabaya membuka pendaftaran murid
baru. Namun tidak semua sekolah memiliki sistem untuk pendaftaran online. Maka
perlu dikembangkan dengan membuat sistem yang lebih akurat dan efisien, yaitu
dengan membuat sistem informasi pendaftaran online berbasis web. Sistem
informasi telah berkembang seiring dengan perkembangan teknologi informasi yang
sangat cepat dan terbukti berperan dalam berbagai kegiatan. Keberadaan sistem
informasi juga mendukung kinerja peningjkatan efisiensi, efektivitas dan
produktivitas bagi berbagai instansi, baik instansi pemerintahan negeri, swasta
maupun perorangan atau individual, serta mendorong perwujudan masyarakat yang
maju dan sejahtera. Namun sebelum pengembangan sistem dilakukan maka perlu dianalisis
kelayakan sistem pendaftaran online berbasis web terlebih dahulu. Analisis
kelayakan yang dilakukan adalah dengan metode analisis kelayakan TELOS. Tujuan
dari analisis kelayakan ini adalah untuk menentukan kemungkinan apakah
pengembangan proyek sistem pendaftaran online layak diteruskan atau tidak.
Pendahuluan
Surabaya
merupakan kota yang telah menerapkan sistem pendaftaran untuk peserta didik
baru melalui online, walaupun sekolah tersebut masih belum memiliki website
atau sistem informasi online sendiri. Beberapa sekolah negeri yang menjadi
favorit, yang kini disebut dengan sekolah kawasan, sedangkan sekolah negeri
lainnya termasuk sekolah umum. Sekolah kawasan di surabaya telah memiliki
sistem informasi atau website sendiri untuk melakukan pendaftaran online,
sedangkan untuk sekolah umum lainnya kebanyakan masih belum memiliki website
resmi atau sistem informasi online sendiri. Disini SMAN 17 Surabaya termasuk
sekolah negeri umum, yang menerima peserta didik baru melalui sistem online
diwebsite pendaftaran sekolah negeri umum yaitu melalui ppdbsurabaya.net. Namun
dalam pelaksanaanya PPDB ini hanya untuk pendaftaran saja, sedangkan tahap
selanjutnya seperti verifikasi, beberapa tes hingga daftar ulang, masih manual
yaitu secara offline dengan mendatangi langsung sekolah yang telah
menerima pendaftar sebagai siswa di sekolah tersebut.
SMAN 17 Surabaya merupakan salah satu SMA Negeri di Surabaya yang telah
menerapkan sistem pendaftaran online didukung oleh PPDB online.
Bahan dan
Metode
Konsep Dasar dan Sistem
Sistem informasi adalah sebuah
sistem yang menyediakan informasi yang telah dikelola sehingga bermanfaat bagi
penggunanya. Tujuan dari sistem informasi sendiri adalah mengumpulkan data,
mengolah data, dan menghasilkan informasi bagi sebuah organisasi atau
perusahaan dan melayani aktivitas dari organisasi agar dapat mencapai tujuan
yang telah ditetapkan.
Studi Kelayakan
Studi Kelayakan
(Feasibility study) adalah suatu studi atau pengkajian apakah suatu usulan
proyek/gagasan usaha apabila dilaksanakan dapat berjalan dan berkembang sesuai
dengan tujuannya atau tidak. Sutrisno (1982;75)
Faktor Kelayakan TELOS
1. Kelayakan Teknis (Technical)
Kelayakan teknis menyoroti kebutuhan sistem yang telah
disusun dari aspek teknologi yang akan digunakan, jika teknologi yang
dikehendaki untuk pengembangan sistem merupakan teknologi yang mudah didapat,
murah, dan tingkat pemakaiannya mudah, maka secara teknis usulan kebutuhan
sistem bisa dinyatakan layak. Dapat juga berupa tersedianya hardware dan
software untuk melaksanakan pemrosesan yang diperlukan.
2. Kelayakan Ekonomi (Economic)
Aspek yang paling dominan dari aspek kelayakan yang lain
adalah kelayakan ekonomi. Tidak dapat disangkal lagi, motivasi pengembangan
sistem informasi pada perusahaan atau organisasi adalah motif keuntungan.Dengan
demikian aspek untung rugi jadi pertimbangan utama dalam pengembangan sistem.
Kelayakan ekonomi berhubungan dengan return investmen atau berapa lama biaya
investasi dapat kembali.
3. Kelayakan Hukum (Legal)
Menguraikan secara hukum apakah sistem yang akan dikembangkan
tidak menyimpang dari hukum yang berlaku (tidak melanggar hukum jika diterapkan
di objek penelitian). Misal : bagaimana kelayakan perangkat lunak yang
digunakan, bagaimana kelakan hukum informasi yang dihasilkan oleh program
aplikasi yang dibuat. Apakah melanggar hukum atau tidak.
4. Kelayakan Operasional (Operational)
Penilaian terhadap kelayakan operasional digunakan untuk
mengukur apakah sistem yang akan dikembangkan nantinya dapat dioperasikan
dengan baik atau tidak di dalam orgnisasi.
Dan dapat menjawab pertanyaan apakah rancangan sistem akan didukung oleh
orang-orang yang akan menggunakannya.
5. Kelayakan Jadwal (Schedule)
Penilaian kelayakan jadwal ini digunakan untuk menentukan
bahwa pengembangan sistem akan dapat dilakukan dalam batas waktu yang telah
ditetapkan.
Analis sistem
mengumpulkan informasi yang diperlukan untuk menyawab pertanyaan-pertanyaan
tersebut dengan mewawancarai beberapa stakeholder penting dalam area pemakai.
Menilai Factor Kelayakan TELOS
1.
Menilai Kelayakan Teknik
Dalam lembar kerja penilaian faktor
kelayakan TELOS ,kita perlu memasukan sebuah contoh pertanyaan yang sebaiknya
ditanya oleh tiap penguji dan jawaban yang benar akan disediakan. Sebagai
contoh kelayakan teknik. Jika sistem yang baru hendak menggunakan teknologi
yang stabil dan telah diketahui, penilaianya mungkin 9.5 atau 10. Di sisi lain,
mungkin teknologi tersebut baru bagi perusahaan dan pemakainya, atau tidak
standar ( baik terhadap perusahaan atau industri ), atau berisikan keluaran
pertama dari pemasok atau beberapa pemasok terlibat atau dia menggunakan sistem
jaringan kerja yang sangat komplek. Sehingga satu atau kombinasi jawaban
"ya" cenderung menurunkan penilaian secara drastis dibawah 10.0 (
antara 6.0 sampai 8 ). Dalam contoh kita tentukan bahwa alternatif rancangan
sistem general yang dievaluasi akan memerlukan teknologi yang baru dan standar
dalam industri dan telah terbukti kemampuanya bekerja sehingga penilaian 9.0
adalah wajar (dewiar.staff.gunadarma.ac.id,2012)
2.
Menilai Kelayakan Ekonomi
Pertanyaan yang harus ditanyakan
mengenai kelayakan ekonomi termasuk manajemen puncak untuk mendukung
pengembangan proyek system hingga selesai dengan sumber daya yang cukup. Tanpa
dukungan manajemen puncak, sangatlah sulit jika mungkin untuk menyelesaikan
sistem tersebut meskipun faktor lain sudah baik. Jika manajemen puncak
memberikan indikasi bahwa mereka masih mendukung sistem tersebut tapi dana
belum disediakan untuk penyelesaianya, penilaian kelayakan ekonomi berkisar
antara 5.0 hingga 8.0, tergantung pada situasi dan sejarah dari dukungan
manajemen puncak terhadap proyek sistem yang lama. Jika dana yang diperlukan
telah diberikan penilaian berkisar antara 9.0 hingga 10.0.
3.
Menilai Kelayakan Hukum
Dalam beberapa contoh, legalitas
dari suatu proyek sistem bukanlah suatu permasalahan.Penilaian kelayakan
legalitas seharusnya menerima nilai 10.0. Jika data personal yang sangat
sensitive (kesehatan) tidak tersimpan baik, organisasi menjadi tidak
terlindungi hukum. Atau jika perancang tidak merancang dan memasukkan kontrol
yang cukup terhadap kekacauan yang timbul, maka para stockholder (pendiri) dan
lainnya akan berjalan dijalur hokum menentang perusahaan dan bahkan
profesionalis system yang merancang sistem, dalam contoh kita menentukan bahwa
altenatif rancangan sistem general tidak termasuk data sensitif apapun yang
perlu dikompromikan. Lebih lagi, professional sistem yang mengerjakan proyek
sistem sangat sadar akan pentingnya pengawasan. Sehingga mereka merencanakan
untuk merancang dan memasang serangkaian pemasangan yang spesifik untuk menjaga
sistem terhadap kesalahan fungsi dan penyalahgunaan Iainnya. Karenanya memiliki
penilaian 9.5 untuk kelayakan hukum.
4.
Menilai Kelayakan Operasional
Sistem dengan dasar lokal atau group
umumnya lebih mudah untuk dioperasikan dari pada sistem yang enterprise wide,
karena sistem tersebut lebih kecil dan sederhana dan lebih sedikit orang yang
harus dilatih.Tapi bila systementerprise wide adalah sistem standar yang
dikenal, maka dapat dinilai Iebih tinggi dari pada sistem dengan dasar group
atau lokal yang memerlukan teknik yang unik atau bersifat experimen. Kunci
untuk nilai hingga kelayakan operasional adalah tersedianya pengguna yang
terlatih dengan baik dan berdedikasi.Pengguna yang seperti itu dapat membantu
menghilangkan sebagian akibat negatif yang bisa disebabkan oleh sistem yang
unik dan belum terbukti. Alternatif rancangan sistem kita evaluasi dalam contoh
lembar kerja kita adalah sistem dengan dasar group tidak akrab dengan beberapa
pengguna. Iagipula beberapa pengguna adalah user baru dan tidak terlatih dengan
baik sehubungan dengan kerja mereka. Karenanya, kita menilai kelayakan
operasional hanya 7.0
5.
Menilai Kelayakan Jadwal
Apakah dapat menguntungkan diri pada
jadwal dan tanggal penyelesaian sebagaimana kriteria yang tertera di bagian
gant atau PERT? Karena jadwal dan tersebut hanyalah estimasi maka ada
kemungkinan salah. Besarya kesalahan estimasi adalah pertimbangan kunci. Jika
sistem diselesaikan jauh sesudah tanggal perkiraanya, maka bisa saja hal
tersebut tidak dapat diterima oleh penerima. Pengukuran kesalahan estimasi
adalah kunci keberhasilan. Jika system terlihat sederhana, standar berbasis
local dimana total waktu pengembangan diukur dalam jam atau hari, maka
kesalahan perkiraan (estimationerror) yang dibutuhkan untuk perancangan dan
implementasi menjadi kecil (waktu sebenarnya dikurang dengan waktu estimasi).
Tetapi jika sistem yang entreprise wide membutuhkan total waktu (jadwal) dalam
tahun, probabilitas kesalahan estimasi yang tinggi semakin besar. Estimasi waktu
yang diperlukan untuk merancang dan mengimplementasikan waktu sistem mencakup
estimasi kesalahan estimasi yang lebih besar. Resiko untuk tidak mampu
mengikuti jadwal estimasi Iebih besar untuk sistem yang besar dan kompleks dari
pada untuk sistem yang sederhana dan kecil.
Hasil dan Pembahasan
Studi Kelayakan
Setelah
melakukan dan menganalisa pengembangan sistem informasi, maka yang perlu
dilakukan adalah melakukan analisa kelayakan terhadap
usulan ataupun pengembangan Sistem Informasi yang bersangkutan. Untuk
memastikan usulan tersebut bisa diteruskan atau
tidak menjadi sistem informasi, maka di analisis
kelayakan dari beberapa segi kelayakan,
diantaranya:
1. Kelayakan Teknik (technikal
feasibility)
2. Kelayakan Ekonomi (economi fersibility)
3. Kelayakan Legal
4. Kelayakan operational
5. Kelayakan schedule
Pada tahap akhir dilakukan penilaian Faktor Kelayakan Telos, Para penilai (evaluator)terdiri dari : manajer
proyek ataupun penanggung
jawab, profesionalis sistem ataupun
pengembang sistem informasi, dan minimal
satu orang perwakilan user.
1. Kelayakan Teknik
Kelayakaan teknologi menyoroti
kebutuhan sistem yang telah disusun dari teknologi yang akan digunakan, untuk
penerapan sistem informasi pendaftaran
di SMAN 17 Surabaya. SMAN 17 Surabaya memerlukan infrastruktur yang
baik dari segi teknologinya. Pendaftaran
online
ini merupakan sebuah sistem berbasis web yang digunakan untuk membantu proses pendaftaran dari data calon peserta didik, sehingga
membutuhkan personal komputer dan infrastruktur jaringan komputer yang baik.
Semua itu berguna untuk mempermudah pengguna dalam proses pendaftaran,
a.
Kebutuhan
Perangkat Keras, Perangkat Lunak, Perangkat Jaringan
dalam Pengembangan system PPDB Online
1.
Perangkat
Keras
|
No
|
Perangkat
Keras
|
|
|
1
|
Processor Type
|
Intel (R) Core i3
|
|
2
|
Memory
|
2Gb DDR3 Max 8 GB (2 DIMMs)
|
|
3
|
Hard drive type
|
500GB Serial ATA (7200 RPm)
|
|
4
|
Network
|
Gigabit Network
|
|
5
|
Optical drive
|
Type DVD RW
|
|
6
|
Monitor
|
Monitor 17”
|
|
7
|
Keyboard
|
USB Keyboard
|
|
8
|
Mouse
|
USB Optical Mouse
|
2.
Perangkat
Lunak
|
No
|
Perangkat Lunak
|
Kegunaan
|
|
1
|
Windows
7/Windows 8 / Windows 10
|
Sistem Operasi
|
|
2
|
Php, HTML
|
Pembuatan Web
sistem
|
|
3
|
Photo Shop. CS 3
, Corel Draw
|
Design Web
sistem
|
|
4
|
Sublime Text 3
|
Design Web
sistem
|
|
5
|
Microsoft visio
Pro 2007
|
Perancangan
Sistem
|
|
6
|
Internet
Explorer, mozila firefox, dll
|
Web Browser
|
|
7
|
XAMPP
|
Web Server
|
|
8
|
My SQL Server
|
Database Server
|
3.
Perangkat
Jaringan
|
No
|
Nama Perangkat Jaringan
|
Kegunaan
|
|
1
|
Switch
|
Penghubung
kabel– kabel jaringan dari setiap worstation
|
|
2
|
Kabel UTP
|
Media penghubung
|
|
3
|
Konektor RJ 45
|
Penghubung antar
kabel dengan LAN Card
|
Menilai Kelayakan Teknik
Sistem baru dapat digunakan,dan didirikan menggunakan
teknologi yang terkenal. Teknologinya baru bagi perusahaan dan usernya,
teknologi merupakan keluaran pertama vendor, beberapa vendor terlibat,
menggunakan system jaringan yang kompleks. Karena perancangan sistem umum yang
dievaluasi membutuhkan teknologi
baru yang standar dalam industri dan
dapat berjalan (nilai8.5),
berdasarkan nilai perwakilan user dan manajer proyek.
2. Kelayakan
Ekonomi
Dalam
membangun system yang baru dibutuhkan investasi ataupun dana yang
tidak sedikit, untuk mendapatkan manfaat yang diinginkan.sebagai bentuk investasi kita juga membutuhkan
sumber daya dan sumber dana unutk
membangun sistem yang
baru.
Untuk menganalisis kelayakan ekonomi digunakan kalkulasi
analisis biaya dan manfaat (cost benenefit analysis) yang bertujuan
untuk memberikan gambaran kepada pengguna apakah manfaat yang diperoleh dari
sistem baru “ lebih besar “ dibandingkan dengan biaya yang dikeluarkan. Pada
analisis biaya dan manfaat, ada beberapa metode kuantitatif yang digunakan
untuk menemukan standar kelayakan proyek.
Analisa Biaya
dan Manfaat
i.
Komponen biaya
Biaya
yang berhubungan dengan pembuatan sistem pendaftaran online dapat diklasifikasikan
kedalam 3 kategori utama yaitu:
·
Biaya pengadaan (procurement cost), yaitu
biaya pembelian perangkat keras, biaya ini digunakan pada awal pembuatan
sistem, sebelum system dioperasikan.
·
Biaya Pengembangan, yaitu biaya pembuatan
perangkat lunak sistem yang meliputi biaya konsultasi, biaya tahap analisa
sistem, biaya tahap desain sistem dan biaya tahap penerapan sistem.
·
Biaya operasi dan biaya perawatan, yaitu
biaya yang dikeluarkan
untuk menjalankan sistem, yaitu biaya overhead, biaya perawatan terhadap
perangkat keras dan perangkat lunak
ii.
Komponen manfaat
Manfaat
yang didapat dari system informasi diklasifikasikan sebagai berikut:
·
Keuntungan berwujud (tangible benefit)
adalah keuntungan yang berupa penghematan atau peningkatan didalam administrasi
yang dapat diukur dalam bentuk satuan nilai uang. Keuntungan berwujud antara
lain :
a.
Pengurangan biaya operasional
b.
Pengurangan biaya perlengkapan
·
Keutungan tak berwujud (intangible
benefit), adalah keuntungan yang sulit atau tidak mungkin diukur dalam bentuk satuan uang.
Keuntungan tersebut antara Iain :
a.
Keandalan dan ketersediaan sistem
b.
Peningkatan efektifitas
c.
Peningkatan kepuasan pengguna
Adapun metode untuk melakukan analisis biaya
dan manfaat adalah :
a.
Metode
Periode Pengembalian (Payback Period)
Metode ini adalah uji
kuantitatif yang digunakan untuk menghitung jangka waktu yang diperlukan untuk
membayar kembali biaya investasi dalam pembuatan aplikasi yang telah
dikeluarkan. Penilaian kelayakan untuk payback
·
Layak jika waktu pengembalian lebih kecil
dari umur investasi.
·
Tidak layak jika waktu pengembalian lebih
besar dari umur investasi.
Perhitungan PP :
Nilai investasi : Rp. 40.000.000;
Proses Th 1 : Rp. 84.960.000;
PP = 40.000.000 / 84.960.000
PP = 0,48 Tahun
PP = lebih kurang 6 bulan
Dari perhitungan diatas diketahui bahwa periode
pengembalian sudah dapat dicapai pada tahun pertama jika aplikasi yang dibuat
langsung digunakan, secara detailnya adalah 0,48. dapat disimpulkan bahwa yang
ditanamkan pada rancangan sistem ini akan mencapai titik impas pada waktu
kurang lebih 5 sampai dengan 6 bulan, yang berarti bahwa setelah 6 bulan akan
mulai dapat mengambil keuntungan dari sistem tersebut. Yang berarti sistem ini
layak dikembangkan karena waktu pengembalian lebih mencapai titik impas ataupun
kecil dari umur investasi.
b. Metode Pengembalian Investasi (Return
on Investment)
Metode pengembalian investasi digunakan untuk mengukur presentase manfaat
yang dihasilkan proyek
dibanding dengan biaya yang dikeluarkan. Return
on Investmen(ROI) dari
suatu proyek dapat dihitung dengan rumus:
Penilaian
kelayakan untuk ROI :
·
Layak
jika ROI > 0
·
Tidak
layak jika ROI < 0
Biaya-biaya
Biaya Th 0 = Rp. 40.000.000;
Biaya Th 1 = Rp. 4.500.250;
Biaya Th 2 = Rp. 4.603.670;
Biaya Th 3 = Rp. 4.403.697;____
Total = Rp. 53.507.617;
Manfaat-manfaat
Manfaat Th
0 = Rp. 0;
Manfaat Th
1 = Rp.
86.000.000;
Manfaat Th
2 = Rp 96.700.000;
Manfaat Th
3 = Rp. 97.700.000;___
Total = Rp.280.400.000;
ROI =
((280.400.000 - 53.507.617)/53.507.617)x100%
= 4,24x100%
= 4,24
= 4,2
= 4 > 0 yang berarrti layak Karena ROI
diatas 0 yaitu 4 ataupun lebih besar dari 0 yaitu 4 > 0 maka pengembangan
sistem ini layak.
Menilai Kelayakan
Ekonomi
Karena setelah mendapatkan hasil dari analisa biaya dan
manfaat serta mendapatkan total komitmen dari manajemen puncak, dan dana belum
ada, tetapi pihak manajemen tertinggi dapat meyakinkan tim akan tersedianya
dana sehingga nilai dapat diberikan 8.0.
3. Kelayakan
Hukum
Kelayakan
hukum adalah kelayakan yang berkaitan dengan legalitas atau kekuatan hukum.
Yang berarti bahwa system informasi yang diusulkan tidak boleh melanggar hukum
yang berlaku. Proyek system yang akan dikembangkan secara hukum dinilai layak
karena perangkat lunak (software) yang digunakan resmi sesuai dengan perijinan
yang ada. Dan pada aplikasi ataupun software yang akan dikembangkan menggunakan
software yang bersifat open source yang berarti bawha secara hukum software
tersebut adalah legal.
Menilai
Kelayakan Hukum
Karena system yang dirancang tidak
meliputi data sensitive yang disetujui, perancang system yang bekerja pada
proyek sistem sangat sadar akan kontrol. Sehingga mereka merencanakan untuk
merancang dan memasukkan control khusus untuk menjaga sistem tidak malfunction
dan lainnya. Konsekuensinya, nilai diberikan 9.0.
4.
Kelayakan Operasional
Kelayakan
operasional dinilai dengan menggunakan kerangka kerja PIECES. Kerangka PIECES
meliputi:
·
Performance (kinerja) untuk mengetahui apakah
sistem menyediakan throughput dan response time yang cukup.
|
Sistem
Lama
|
Sistem
Baru
|
|
Waktu
yang dibutuhkan untuk melakukan pendaftaran masuk sekolah cukup lama
|
waktu
yang dibutuhkan untuk melakukan pendaftaran relatif singkat kurang lebih 10 menit
|
·
Information (informasi) untuk mengetahui
apakah sistem menyediakan informasi yang berkualitas bagi pengguna akhir
|
Sistem
Lama
|
Sistem
Baru
|
|
Informasi
yang disajikan kadang terlambat dan tidak akurat.
Informasi
disajikan dalam bentuk tabel (belum relevan).
|
Informasi
yang dihasilkan dapat tepat waktu dan lebih akurat.
Informasi
disajikan dalam web.
|
·
Economy (ekonomi) untuk mengetahui apakah
siystem menawarkan tingkat dan kapasitas pelayanan yang memadai untuk
mengurangi biaya dan meningkatkan keuntungan
|
Sistem
Lama
|
Sistem
Baru
|
|
Biaya
yang dikeluarkan tinggi sebab harus mencetak banyak formulir pendaftaran
ditambah harus membayar ekstra karyawan untuk membantu proses pendaftaran
|
Biaya
yang dikeluarkan relative lebih rendah karenabiaya percetakan dan gaji karyawan
dapat banyak dikurangi
|
·
Control (pengendalian) untuk mengetahui
apakah system menawarkan kontrol (pengendalian) untuk mengatasi
kecurangan-kecurangan dan untuk menjamin keakuratan dan keamanan data
|
Sistem
Lama
|
Sistem
Baru
|
|
File-file
pendaftraan dapat diakses oleh orang-orang yang tidak berwenang.
|
Pengendalian
system dilakukan dengan membatasi hak user
|
·
Efficiency (efisiensi) untuk mengetahui
apakah sistem menggunakan secara maksimum sumber yang tersedia termasuk orang,
waktu aliran form, meminimalkan penundaan proses
|
Sistem
Lama
|
Sistem
Baru
|
|
Menghabiskan
banyak waktu untuk melakukan proses pendaftaran.
|
Lebih
hemat waktu karena proses pendaftaran dapat dilakukan di rumah.
|
·
Services (pelayanan) untuk mengetahui
apakah system menyediakan layanan yang diinginkan dan handal pada siapa saja
yang menginginkannya, dan apakah system fleksibel dan dapat dikembangkan
|
Sistem
Lama
|
Sistem
Baru
|
|
Proses
pengolahan data sangat lambat.
|
Proses
pengolahan data lebih cepat.
|
Menilai Kelayakan
Operasional
Karena sistem
pendaftaran online ini berbasis global dan masih dianggap baru serta mencakup
banyak pengguna, ditambah sistem ini masih terhitung asing oleh beberapa user.
Dimana bebera usernya ini adalah siswa menengah pertama dan ataupun pegawai
baru yang belum dilatih untuk pekerjaan dan proses system tersebut. Maka
niilainya menjadi 7.5
5.
Kelayakan Jadwal
Kelayakan jadwal digunakan untuk menentukan bahwa
pengembangan sistem dapat dilakukan dalam batas waktu yang telah ditetapkan.
Pengembangan sistem direncanakan selesai dalam waktu maksimal ± 16 minggu.
Adapun perkiraan tahap-tahap pengembangan sistem dijadwalkan sebagai berikut:
Dalam proyek pengembangan
sistem informasi akademik ini dilakukan dalam lima belas tahap yaitu:
·
tahap analisa sistem yang berjalan
·
tahap analisa kelemahan sistem
·
tahap analisa kebutuhan sistem
·
tahap studi kelayakan
·
tahap desain user interface
·
tahap desain data
·
tahap desain proses
·
tahap persiapan tempat instalasi
·
tahap instalasi hardware dan software
·
tahap uji program
·
pemilihan personil
·
tahap pelatihan personil
·
tahap uji sistem
·
konversi sistem tahap dokumentasi
Menilai
Kelayakan Jadwal
Karena pengembangan diukur dalam
jam, hari, minggu dan bulan maka kesalahan perkiraan (estimationerror) yang
dibutuhkan untuk perancangan dan implementasi menjadi kecil. Maka nilainya 9.0.
Nilai Akhir Faktor Kelayakan TELOS
Jumlah dari semua faktor kelayakan = 42. Total score =
42.2/5 = 8.4, berarti perancangan pengembangan sistem informasi yang dievaluasi
adalah LAYAK(B), dengan resiko pengembangan sistem yang cukup rendah.
KESIMPULAN DAN
SARAN
Kesimpulan
Berdasarkan tujuan dri analisis Studi
Kelayakan Sistem Informasi PPDB Online Berbasis Web untuk SMAN 17 Surabaya
dengan Metode TELOS, maka dapat diambil kesimpulan :
1. Hasil dari
analisis studi kelayakan TELOS Sistem Informasi PPDB Online Berbasis Web untuk SMAN
17 Surabaya, pengembangan sistem layak untuk dilakukan ataupun dikembangkan.
2. Rekomendasi untuk SMAN
17 Surabaya kedepannya adalah proses sistem pendaftaran online berbasis web
sudah bisa dikembangkan serta digunakan dalam proses akademiknya.
Saran
Berdasarkan kesimpulan diatas maka terdapat
saran, yaitu sebagai berikut
1. Analisa studi
kelayakan sistem yang dilakukan untuk selanjutnya bukan saja analisa studi kelayakan
TELOS saja tetapi juga melakukan analisis PDM (strategic factor) dan MURRE
(design factor).
2. Sistem pendafatran
PPDB online berbasis web sebaiknya dilanjutkan ketahap implementasi terutama
untuk sistem akademik SMAN 17 Surabaya sendiri, sehingga dapat mempermudah
semua stakeholder terkait.
Referensi:
http://fajarbaskoro.blogspot.co.id/2017/03/mppl17-06-kelayakan-proyek.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar